• Senin, 18 Oktober 2021

Menaker Minta AMHI Sinergi dengan Stakeholder Ketenagakerjaan

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:49 WIB

Indikatornews.com

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak Mediator Hubungan Industrial (MHI) melalui organisasi Asosiasi Mediator Hubungan Industrial (AMHI) agar bersama-sama bekerja, bersinergi, dan berkolaborasi untuk perubahan yang lebih baik.

Ia mengatakan hal tersebut pada acara Sosialisasi Kebijakan Terbaru Hubungan Industrial bertajuk “Mari Kita Bangun Bersama Prinsip Hubungan Industrial Dalam Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Penilaian Hubungan Industrial di Perusahaan” secara virtual di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

"Kesuksesan bangsa adalah akumulasi kesuksesan berbagai lembaga dan organisasi serta individu. Saya mendukung Bu Dirjen untuk terus melakukan sinergi dan kolaborasi distakeholder Kemnaker. Karena tak ada pilihan bagi kita untuk bersinergi, berkoordinasi antar-stakeholder Ketenagakerjaan," tegasnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat pekerja/buruh menghadapi tantangan-tantangan disrupsi ganda.

Pertama, resesi perekonomian dan berkurangnya lapangan kerja akibat dari pandemi. Kedua, era otomatisasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi di tengah pandemi.

Namun, Menaker Ida meyakini AMHI ke depan memiliki komitmen mengelola talenta-talenta yang mandiri, profesional, dan modern yang bisa membawa pengurus dan anggotanya untuk melakukan pembinaan kepada pekerja dan pengusaha bagi hubungan industrial harmonis, dinamis dan berkeadilan.

"Semua tenaga fungsional memilki peran strategis. Teman-teman mediator memiliki fungsi dan peran sangat strategis. Teman-teman Pengawas memiliki fungsi strategis. Kalau semua kita, merasa menjadi bagian penting, maka betapa ringannya menghadapi dua tantangan tadi," tuturnya.

Ia menjelaskan salah satu elemen penting penerapan prinsip hubungan industrial dalam upaya pencegahan penyelesaian hubungan industrial adalah penilaian hubungan industrial di perusahaan. Untuk menjalankan penilaian ini, diperlukan pedoman sebagai parameter bagi perusahaan yang akan memperoleh penilaian hubungan industrial.

Karenanya, dia berharap adanya aplikasi penilaian hubungan industrial di perusahaan ini, akan membuat proses penilaian hubungan industrial di perusahaan menjadi semakin mudah, simpel dan akurat, sehingga pada akhirnya akan berkontribusi positif pada proses harmonisasi hubungan industrial di berbagai sektor.

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Tags

Terkini

KADISPOTMARAL BUKA PERKEMAHAN PELANTARA-10 TA 2021

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:07 WIB

DANLANTAMAL VIII TERIMA KUNJUNGAN KADISPOTMARAL

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:02 WIB

MALAM APRESIASI IKANO UNPAD 2021

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Terpopuler

X