• Sabtu, 25 September 2021

Terlambat Vaksinasi Dosis Kedua Tak Pengaruhi Efektivitas Vaksin

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:39 WIB
vaksin covid-19
vaksin covid-19

Jakarta, Indikatornews.com - Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, dibutuhkan penyuntikan dua dosis vaksin COVID-19 bagi setiap individunya. Ini dimaksudkan untuk menciptakan kekebalan tubuh yang optimal. Sementara rentang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan  kedua serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan. Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus. Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta - 1,25 juta setiap harinya. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah dikarenakan ketersediaan vaksin. Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meskipun pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi tantangan di tengah jalan. Misalnya, terkait dengan ketersediaan vaksin. Ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua. ''Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19,'' katanya. Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan. Sementara bagi penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh. Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh tiga bulan. Tidak perlu mengulang. Pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi. Vaksinasi merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan COVID-19, sehingga protokol kesehatan mutlak tetap dilakukan untuk memberikan perlindungan yang optimal. ***

Editor: Kesit B Handoyo

Tags

Terkini

Optimalisasi Perlindungan Hukum Jabatan Notaris

Rabu, 22 September 2021 | 10:59 WIB

Quo Vadis Jabatan Notaris?

Rabu, 22 September 2021 | 10:57 WIB

Menaker Ajak Pekerja Informal Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 12 September 2021 | 22:03 WIB

SPKKL Sambas Fasilitasi PKL Taruna Perikanan

Jumat, 10 September 2021 | 19:01 WIB

Terpopuler

X