• Senin, 18 Oktober 2021

Pendapatan Pajak Ditarget 140 Miliar, Pajak Hiburan dan Parkir Dievaluasi

- Kamis, 24 Juni 2021 | 06:13 WIB
21DE3362-EE51-48BF-981E-51E8D240AFEE
21DE3362-EE51-48BF-981E-51E8D240AFEE

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Plt Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf mengatakan bahwa pendapatan pajak dan retribusi diharapkan mencapai target sebesar Rp. 140 miliar untuk APBD mengingat tahun 2020 terdapat kelebihan 105 persen dengan jumlah pendapatan mencapai Rp. 109 miliar

Hal tersebut diutarakan Yusuf usai Penandatangan perjanjian kinerja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terkait pendapatan pajak dan evaluasi pendapatan hingga Juni 2021 di Ruang rapat Kantor Bapenda Jl. Siliwangi, rabu (23/6/2021)

“Pegangannya tahun kemarin, selama masa pandemi semua ayat-ayat pajak 2020 tercapai dan tahun ini targetnya bertambah dari Rp. 109 miliar menjadi Rp. 140 miliar dari semua potensi ayat pajak dan retribusi,” ungkap Yusuf dan meminta Bapenda untuk melakukan data potensi karenasangat dimungkinkan ada penambahan potensi pendapatan pajak

-

Dikatakan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H. Ivan Dicksan bahwa sebagian ayat pajak sudah mencapai lebih dari 50 persen dan sebagian lagi perlu didorong seperti optimalisasi PD Pasar, pajak Reklame termasuk retribusi (terkait pelayanan)

Intinya Plt. Walikota meminta bagaimana ayat pajak dapat dioptimalkan agar target Rp. 140 miliar dapat terpenuhi,ujarnya

Sementara, Plt. Kepala Bapenda Asep Goparullohmenjelaskan ada objek pajak yang belum menunjukkan peningkatan pendapatan ; pajak hiburan, pajak parkir, restoran tetapi ada ABT (Air Bawah Tanah) yang melebihi target dan menjadi projek percontohan

“Pajak hiburan dengan target Rp. 4 miliar, baru tercapai baru 9-10 persen dengan pendapatan hingga Mei 2021 trend nya hanya di Rp. 26-30 juta per bulan. Hal ini karena ada beberapa yang tutup atau dibatasi selama pandemi,”ungkapnya

Untuk pajak parkir, tambah Asep hanya tercapai Rp. 800 juta dan tahun 2021 ditargetkan tercapai Rp. 1,6 miliar (sampai Mei baru tercapai 20 persen lebih) sehingga perlu ada evaluasi yang komprehensif termasuk dari sektor retribusi daerah baik jasa umum, jasa usaha maupun yang berkaitan dengan perijinan dari 9 OPD penghasil retribusi

Halaman:

Editor: Wartawan Online

Terkini

KADISPOTMARAL BUKA PERKEMAHAN PELANTARA-10 TA 2021

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:07 WIB

DANLANTAMAL VIII TERIMA KUNJUNGAN KADISPOTMARAL

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:02 WIB

MALAM APRESIASI IKANO UNPAD 2021

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Terpopuler

X