Menkes Canangkan Vaksinasi COVID-19 untuk Kaum Disabilitas

- Rabu, 2 Juni 2021 | 09:05 WIB
vaksin covid-19
vaksin covid-19

Jakarta, Indikatornews.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencanangkan vaksinasi bagi penyandang disabilitas, baik fisik maupun mental. Pencanangan vaksinasi yang dipusatkan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi, Kota Bogor, Selasa (1/6), sekaligus menjadi yang pertama kalinya diberikan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). ''Ini pertama kali kita memberikan vaksin khusus ke Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). ODGJ umumnya komorbidnya banyak, karena mereka tidak bisa menceritakan dengan terbuka apa yang mereka rasakan. Oleh karena itu saya rasa bagus bisa mulai memberikan prioritas kepada orang yang dengan gangguan jiwa,'' kata Budi Gunadi, seperti dilansir dari situs kemkes.go.id. Direktur Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan dr. Siti Kalimah menjabarkan, sebanyak 562.242 penyandang disabilitas di seluruh wilayah Indonesia akan mulai divaksin Rabu (2/6) ini. ''Besok (hari ini) kita mulai serentak se-Indonesia vaksinasi untuk fisabilitas baik fisik maupun mental,'' kata dr Siti. Penyandang disabilitas dapat dilayani di seluruh fasilitas kesehatan/sentra vaksinasi manapun dan tidak terbatas pada alamat domisili KTP. Hal ini Sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/598/2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Serta Pendidik, dan Tenaga Pendidikan. Vaksinasi berjalan dengan adanya kerjasama dengan komunitas, organisasi lokal, dan pihak swasta untuk melakukan mobilisasi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas, mendaftarkan, dan mengatur transportasi antar jemput masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas ke fasilitas pelayanan kesehatan tempat pelayanan vaksinasi COVID-19. Kerjasama dengan Kementerian Sosial dan Dukcapil juga berjalan untuk proses vaksinasi di Panti milik Kemensos serta pendataan bagi Kaum ODGJ terlantar yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ''Kalau Panti milik Kemensos, Puskesmas di wilayah Panti yang datang. Kemudian di rumah dengan kunjungan rumah, nanti Puskesmasnya datang kunjungan rumah,'' jelas Dir Keswa. Dalam kesempatan tersebut Menkes Budi Gunadi Sadikin juga berjanji akan memprioritaskan suplai vaksin COVID-19 bagi kota Bogor. Hal ini Sesuai arahan Presiden RI bahwa cakupan vaksinasi di wilayah Jabodetabek harus menjadi Prioritas. Kota Bogor sebagai salah satu wilayah penyangga Ibukota DKI Jakarta, dan dengan mobilisasi penduduk yang cukup tinggi, tentunya dibutuhkan suplai vaksin yang seimbang dengan kecepatan cakupan vaksinasi. ''Oleh karena itu kita akan memberikan vaksin lebih banyak dari Bogor sehingga lebih banyak lagi orang Bogor yang divaksinasi. Karena posisinya dekat dengan Jakarta ini harus dilihat sebagai salah satu Cluster Jabodetabek,'' kata Menkes. Walikota Bogor, Bima Arya menjelaskan bahwa kota Bogor sendiri menargetkan sebanyak 800.000 penduduk menerima vaksinasi COVID-19. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 150.000 penduduk yang sudah menerima vaksinasi, atau sekitar 18-20%. Untuk mempercepat proses vaksinasi, Bima Arya berharap adanya akses khusus suplai vaksin ke kota Bogor langsung dari pusat. ***  

Editor: Kesit B Handoyo

Tags

Terkini

DPD Hipakad Jateng Sambut Baik Putusan PTUN Jakarta

Minggu, 13 Maret 2022 | 20:44 WIB

Terpopuler

X