• Jumat, 21 Januari 2022

Pembangunan Responsif Gender dan Ramah Anak

- Rabu, 14 November 2018 | 06:15 WIB
kemen pppa
kemen pppa

Tarakan, Indikatornews.com Partisipasi seluruh komponen masyarakat, sangatlah dibutuhkan untuk mewujudkan Pembangunan Nasional. Begitu pula peran para pemuda sebagai agen perubahan dan tenaga produktif dalam pembangunan dan menentukan masa depan bangsa. Pemuda dikenal memiliki idealisme murni, dinamis, kreatif, inovatif, dan berenergi besar bagi perubahan sosial. “Oleh karena itu pemuda diharapkan memiliki pandangan yang terus berkembang terhadap keadilan dan kesetaraan gender, serta mampu meningkatkan pendidikan, kesejahteraan dan perlindungan anak, guna mewujudkan kesejahteraan khususnya bagi perempuan dan anak, dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi yang merendahkan harkat dan martabat manusia,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam orasi ilmiahnya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda XX Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (13/11/2018), seperti dikutip dari siaran pers Kemen PPPA. Menteri PPPA menjelaskan, saat ini Indonesia terpilih dalam 10 negara di dunia yang dipersiapkan menuju Planet 50:50 Gender Equality pada 2030 mendatang. Lanjutnya, hal ini karena kemajuan Indonesia terkait upaya mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pelayanan publik, infrastruktur yang responsif gender, ungkap Yohana. Ia menyebutkan, kondisi kehidupan keluarga di Indonesia saat ini, masih jauh dari kesan ideal, karena masih  tingginya angka perceraian di Indonesia, tingginya angka pernikahan usia anak, tingginya angka pengguna narkoba di Indonesia, serta tingginya angka kekerasan di Indonesia, ujarnya. “Sejak 2016, Kemen PPPA telah menetapkan tiga program prioritas yaitu Three End, meliputi akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi terhadap perempuan. Untuk mendukung kebijakan ini kami telah melakukan berbagai langkah koordinatif dengan Kementerian/Lembaga di pusat dan daerah, mengembangkan model-model kebijakan, dan melakukan advokasi dan sosialisasi guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan,” papar Yohana. Selain itu, Kemen PPPA juga bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah dalam pelaksanaan program, kebijakan yang responsif terhadap perempuan dan anak. “Saya mengucapkan selamat kepada calon Wisudawan dan Wisudawati yang telah menyelesaikan berbagai program studi di Universitas Borneo Tarakan,” ucapnya. Ia meminta para mahasiswa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan serta memberi contoh baik dan berbagi pengalaman positif serta menjauhkan segala bentuk kekerasan (baik fisik, psikis maupun verbal), diskriminasi, dan eksploitasi. “Saya harap seluruh mahasiswa khususnya di seluruh Universitas Kalimantan Utara, ke depan akan menjadi kaum intelektual bangsa yang ikut mendukung tercapainya kesetaraan gender serta perlindungan dan pemenuhan hak anak, demi mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Jangan pernah berpikir apa yang telah negara berikan kepada kita, tapi pikirkanlah apa yang telah kita berikan untuk negara ini,” tambah Yohana. (rls)

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 21 Desember 2021 | 17:10 WIB

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 14 Desember 2021 | 19:53 WIB

Terpopuler

X