• Rabu, 8 Desember 2021

Polri Bentuk Direktorat Tindak Pidana Siber

- Kamis, 4 Oktober 2018 | 23:26 WIB
cegah hoak
cegah hoak

Jakarta, Indikatornews.com Guna menangkap para penyebar hoax, berita yang meresahkan masyarakat dan menyebabkan disintegrasi bangsa, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) selaku penanggungjawab keamanan dalam negeri, telah membentuk suatu kesatuan baru untuk melaksanakan patroli di dunia maya atau cyber patroli . “Kesatuan itu adalah Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Drs. Setyo Wasisto, SH saat memberikan sambutan pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyarakatan (Bakohumas) di Amos Cozy Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id. Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Asep Safrudin mengungkapkan, pihaknya akan mencari identitas admin dan informasi terkait suatu perkara yang disebarkan dan menjadi viral di dunia maya. Asep mencontohkan, pengungkapan berita palsu mengenai penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. “Pertama kali kabar itu beredar, kami langsung mencari tahu dimana Bu Ratna itu berada, benar tidak ada di tempat kejadian yang dikabarkan itu. Ternyata setelah dikoreksi tidak lama kami langsung tahu bahwa itu hoax dan langsung kami kabarkan ke media mainstream,” jelasnya. Sementara itu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rosarita Niken mengingatkan,   hoax sangat berbahaya bagi bangsa dan negara. “Hoax menghabiskan energi kita. Energi positif yang seharusnya untuk hal bermanfaat digunakan untuk hal yang bisa memecah-belah bangsa,” ujarnya. Niken mengingatkan, tugas kehumasan adalah mensosialisasikan program dan capaian kinerja pemerintah atau instansi terkait kepada masyarakat untuk lebih mengedukasi masyarakat. Ia juga menjelaskan, internet merupakan sesuatu yang positif. Tetapi isi di internet itu sendiri lebih banyak yang negatif daripada yang positif, hampir 90 persen isi di internet adalah hoax, radikalisme, dan perpecahan. Untuk itu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo berharap, agar semua kalangan harus turut serta dalam pemberantasan hoax agar tidak semakin menyebar dan membuat resah. Niken juga menyampaikan beberapa saran agar terhindar dari pembajakan online atau hacker yaitu, dengan menjaga password akun pribadi dengan kalimat yang tidak biasa. “Jangan membuat password dari tanggal ulang tahun kita, dari nomor handphone atau hal-hal yang sering kita gunakan,” tambah Niken. (hms)

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Pra Rapat Kadin Bidang Perdagangan Bersama

Selasa, 16 November 2021 | 16:38 WIB
X