• Jumat, 21 Januari 2022

Dirikan PT Dengan BUMN, 80 Persen Keuntungan Diberikan Ke Petani

- Kamis, 7 Juni 2018 | 23:31 WIB
1
1

Jakarta, Indokatornews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian, di Desa Majasari, Kec. Sliyeg, Kab. Indramayu, Kamis (07/06/2018), seperti dikutip dari setkab.go.id. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengingatkan perlunya para petani untuk berorganisasi atau berkelompok, sebagaimana telah dilakukan dengan membentuk Kelompok Petani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan). “Saya memiliki kepercayaan dan keyakinan, kalau perusahaan besar bisa, kalau korporasi bisa, rakyat juga bisa melakukan, petani pun juga bisa melakukan itu. Tapi ada syarat-syaratnya, yaitu harus mau berkumpul dalam sebuah organisasi besar,” kata Jokowi. Kepala Negara memuji pembentukan PT. Mitra Bumdes Bersama (MBB), yang didirikan oleh Gapoktan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang ada di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. “Ini adalah sebuah contoh pertama, yang akan saya ikuti, saya lihat selama enam bulan ke depan. Kalau ini berjalan dengan baik, kita akan lakukan di seluruh tanah air ini dalam mengorganisasi petani,” ujarnya. Lanjut Presiden, dengan adanya perusahaan tersebut, petani bisa menjual beras dalam packaging (kemasan), dan rendemennya juga naik, tidak banyak gabah yang rusak, sehingga beras yang dipanen bisa dijual dalam kelompok beras premium langsung ke masyarakat tanpa harus melalui tengkulak. Di dalam PT Mitra Bumdes Bersama itu, 49 persen sahamnya dimiliki oleh Poktas, Gapoktan, dan petani serta Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Sementara 51 persen lainnya dimiliki oleh BUMN. “Dimiliki kan 49 persen, tapi keuntungan berapa yang akan dimiliki petani. 80 persen keuntungan akan diberikan kepada petani. Keuntungan yang 20 persen BUMN, itupun hanya untuk operasional dan lain-lainnya,” ungkap Presiden. Kalau pola seperti ini, dilihat selama enam bulan, petani tidak untung atau sama saja dengan sebelumnya, maka menurut Presiden, tidak perlu dilanjutkan di tempat lainnya. “Kalau nanti saya tanya petani di Sliyeg, gimana Pak? Waduh Pak dulu sebulan katakanlah kita dapat Rp300 ribu, kita sebulan bisa tambah jadi Rp400 ribu, atau jadi Rp500 ribu atau jadi Rp600 ribu. Ya ini yang dicari,” tambah Presiden Jokowi.(hms/vn)  

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 21 Desember 2021 | 17:10 WIB

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 14 Desember 2021 | 19:53 WIB

Terpopuler

X