• Rabu, 8 Desember 2021

Menko PMK Cek Kesiapan Fasilitas Calhaj Indonesia

- Senin, 23 April 2018 | 00:06 WIB
Untitled-1
Untitled-1

Madinah, Indikatornews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, didampingi Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, melakukan peninjauan langsung ke beberapa fasilitas calon jamaah haji Indonesia, yang ada di Arab Saudi. Peninjauan tersebut, untuk memastikan kesiapan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji bagi calon jamaah haji Indonesia tahun 2018, Mengawali kunjungan kerjanya di Arab Saudi, Menko PMK meninjau pemondokan untuk calon jamaah haji Indonesia tahun 2018 di Madinah. Menko PMK dan rombongan tiba di pemondokan Taiba Arac Suites disambut oleh General Manager Mahmoud Khalil. Hotel Taiba Arac Suites memiliki daya tampung mencapai 3.300 orang jemaah haji. "Pemerintah terus berupaya melayani calon jamaah haji Indonesia dengan sebaik-baiknya. Saya melihat langsung pemondokan yang disiapkan di Madinah, fasilitasnya sangat bagus dan persis di depan Masjid Nabawi" kata Puan, saat melakukan peninjauan langsung ke beberapa fasilitas di Makkah dan Madinah, (21-22/04/2018) seperti dikutip dari setkab.go.id. Lebih jauh ia menjelaskan, seluruh hotel-hotel untuk jamaah haji Indonesia di Madinah pada tahun 2018, berada di daerah Markaziah yaitu berada di areal dekat Masjid Nabawi. “Dengan fasilitas pemondokan yang dekat dengan Masjid Nabawi, akan menambah khusu para calon jamaah haji Indonesia dalam melaksanakan ibadahnya,” ungkapnya. Selanjutnya, kunjungan Menko PMK dan rombongan ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia. Puan melihat langsung sarana dan prasarana kesehatan yang dipersiapkan menyambut calon haji Indonesia. "Saya minta fasilitas kesehatan Indonesia siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah haji Indonesia. Siapkan dokter-dokter spesialis dari Indonesia," pinta Puan. Menko PMK juga menyoroti letak kantor kesehatan haji yang cukup jauh dari pemondokan jamaah haji Indonesia. Untuk itu Puan menegaskan agar pada musim ibadah haji berikutnya kantor kesehatan jamaah haji Indonesia agar jaraknya lebih dekat dengan pemondokan. Salah satu yang menjadi pembahasan penting adalah antrian panjang saat di imigrasi Arab Saudi. Menko menegaskan agar Dubes RI untuk Arab Saudi dan Kementerian Agama serta pihak terkait memperjuangkan pelayanan imigrasi khusus ke pemerintah Arab Saudi. "Harus diupayakan permintaan pelayanan imigrasi khusus ke pemerintah Arab Saudi, sehingga calon jamaah haji Indonesia tak kelelahan sebelum menunaikan ibadahnya. Penerbangan dari tanah air ke Arab Saudi sudah jauh dan melelahkan, jika saat pengurusan imigrasi masih antri panjang, akan tambah melelahkan", tegasnya. Menko PMK juga sekaligus meminta agar Dirjen Haji, Kementerian Agama bersama-sama dengan BPKH melakukan kajian kemungkinan pembangunan fasilitas hotel. Dengan jumlah jamaah haji 221.000 orang  per tahun, misalnya bisa dibangun beberapa hotel yang dapat menampung 25.000 jemaah. Diluar musim haji, hotel tersebut bisa ditawarkan kepada penyelenggara umroh.(Hms/Vn)  

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Pra Rapat Kadin Bidang Perdagangan Bersama

Selasa, 16 November 2021 | 16:38 WIB
X