• Rabu, 8 Desember 2021

Menko PMK : Pemerintah Siap Kaji Kebutuhan Rekrutmen Guru

- Selasa, 3 April 2018 | 01:37 WIB
Untitled-1 copy
Untitled-1 copy

Jakarta, Indikatornews.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengungkapkan, pemerintah menyepakati  akan mengkaji kembali jumlah pasti kebutuhan guru, penempatannya, dan spesialisasi guru sesuai dengan mata pelajarannya. “Kami sepakat mengkaji aturan hukum jam kerja guru, berapa lama mereka berada di sekolah, bertatap muka dengan murid di sekolah, dan sebagainya,” kata Puan usai mengikuti rapat di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (2/4/2018), seperti dikutip dari kemenkopmk.go.id. Menko PMK dalam kesempatan ini juga menekankan perlunya koordinasi antara Kemendikbud, Kemenag, KemenPAN/RB, Kemenkeu, dan kementerian terkait lainnya dalam menjalankan tata kelola kebutuhan beserta rekrutmen guru. “Paling penting adalah jangan sampai ada sekolah yang mengaku kekurangan guru, sebab hal itu dapat berarti menghambat upaya kita bersama mencerdaskan generasi muda bangsa. Jika sudah pasti berapa kebutuhannya, proses rekrutmen guru dan tata kelolanya dapat dijalankan secara bertahap mulai tahun 2018 ini hingga nanti tahun 2024,” jelasnya. Terkait guru honorer, Puan mengatakan, akan terus dikaji supaya mereka dapat terus mengajar. “Kita tentukan dulu jumlah pastinya berapa kebutuhan guru, agar rasio yang sudah baik ini terus seimbang dan tidak ada lagi kasus kekurangan guru,” ungkapnya. Sementara itu, secara keseluruhan, jumlah guru menurut Kemendikbud saat ini mencapai 3.017.296 guru, terbagi yaitu guru PNS sebanyak 1.483.265 atau 49 persen. Sedangkan guru Non PNS mencapai 1.534.031 atau 51 persen. Para guru ini tersebar di semua tingkatan sekolah, baik negeri maupun swasta. Hingga tahun 2024, Kemedikbud membutuhkan guru tambahan yang jumlahnya mencapai 707.324 guru, setelah dilakukan efisiensi dari angka kebutuhan semula yang mencapai 988.133 guru. Sedangkan untuk tambahan guru oleh Kemendikbud akan dilakukan rekrutmen secara bertahap dan nantinya untuk akses, mengisi guru pensiun, dan menjaga keseimbangan rasio rombel dan guru PNS terhadap siswa. Kebutuhan guru yang sangat mendesak saat ini saja mencapai 127.519 guru. Pengangkatan guru perlu segera dilakukan terutama untuk daerah yang tingkat kebutuhannya sangat tinggi dan anggaran gaji guru yang akan diangkat dapat diambil dari kelebihan Alokasi Anggaran DAU gaji guru yang ditransfer ke daerah. Untuk guru madrasah, Kemenag mencatat keseluruhan mencapai 492.051 guru yang terbagi atas 144.817 guru PNS madrasah semua tingkatan (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah) dan 347.234 guru PNS agama. Hingga tahun 2022, Kemenag memburuhkan guru tambahan sebanyak 212.568 guru. Pengangkatan guru dilakukan dengan memprioritaskan guru non PNS yang sudah bersertifikasi. Kebutuhan guru diproyeksikan dapat terpenuhi selama lima tahun (2018-2022). (Hms/Vn)  

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Pra Rapat Kadin Bidang Perdagangan Bersama

Selasa, 16 November 2021 | 16:38 WIB
X