• Sabtu, 25 September 2021

Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri : Masyarakat Berhati-Hati Gunakan Medsos

- Rabu, 14 Maret 2018 | 02:42 WIB
22
22

Jakarta, Indikatornews.com – Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Rikwanto mengungkapkan, hoax sebagai tanda ketidaksiapan sebagian masyarakat untuk menggunakan media sosial yang belakangan semakin berkembang.   “Sederhananya, penyebaran hoax bermula dari perbincangan beberapa orang di media sosial yang tidak senang terhadap pihak lain. Lebih parahnya, para penyebar hoax itu ada yang sampai diwadahi organisasi,” kata Rikwanto dalam diskusi “Pemberantasan Hoaks, Kepentingan Nasional dan Demokrasi Kita”, yang diselenggarakan PWI Pusat, berlangsung di Gedung Dewan Pers Jakarta, Selasa (13/3).   Penanggulangan penyebaran hoax ini, bukan berarti harus membatasi penggunaan media sosial. Sebaliknya, jika media sosial digunakan oleh orang yang tepat maka banyak informasi bermanfaat yang bisa didapatkan. "Sebenarnya kalau digunakan untuk hal positif, tentu baik sekali media sosial tersebut,” ujarnya.
-
Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Apalagi bila tidak sengaja ikut menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Sementara itu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Niken Widiastuti mengatakan masyarakat Indonesia harus memperkuat literasi media dan pengetahuan guna menangkal hoax. “Kasus penyebaran informasi hoax di Indonesia penyebarannya 90 persen melalui digital,” ungkap Niken.   Ia pun menyarankan agar masyarakat menggunakan media sosial untuk hal positif dan bermanfaat. Ketua Presidium Jaringan Wartawan Anti-hoax, Agus Sudibyo mengungkapkan, saat ini Indonesia sudah layak dikategorikan darurat hoax. Karena itu Polri dan Kominfo perlu bersinergi dalam melakukan penindakan. "Dalam darurat hoax ini cukup menjadi alasan bagi pemerintah, Polri dan Kominfo melakukan tindakan tegas menangkap orang-orang yang diduga menyebar hoax dengan men-take down akun-akun yang dianggap menyebarkan hoax," kata Agus. Meski perang terhadap hoax harus digencarkan, namun kebebasan berdemokrasi tidak boleh dibatasi. Misalnya, jika ada akun medsos yang ditutup, pemerintah juga perlu mempersiapkan mekanisme agar pemilik akun tersebut dapat membela diri.(Vn)    

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

Optimalisasi Perlindungan Hukum Jabatan Notaris

Rabu, 22 September 2021 | 10:59 WIB

Quo Vadis Jabatan Notaris?

Rabu, 22 September 2021 | 10:57 WIB

Menaker Ajak Pekerja Informal Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 12 September 2021 | 22:03 WIB

SPKKL Sambas Fasilitasi PKL Taruna Perikanan

Jumat, 10 September 2021 | 19:01 WIB

Terpopuler

X