Festival Melukis Payung Geulis Secara Hybrid Pecahkan Rekor MURI

- Minggu, 20 Maret 2022 | 22:53 WIB

 

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Festival melukis payung geulis yang merupakan kebudayaan asli khas Tasikmalaya (karya seni lukis yang menggunakan payung sebagai media lukisnya) memecahkan rekor MURI melukis payung geulis secara hybrid peserta terbanyak yang diikuti sebanyak 2.350 peserta secara langsung (2022 peserta) dan daring se-Jawa Barat di SMA 10 Kota Tasikmalaya, sabtu (19/3/2022)

Seiring keberadaannya terancam punah karena kurangnya regenerasi (tinggal beberapa perajin yang menggeluti maskot Kota Tasikmalaya ini), Payung geulis sebagai kearifan lokal Kota Tasikmalaya dan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) memiliki nilai kultural, ekonomis dan estetis yang cukup tinggi sehingga keberadaannya perlu dilestarikan

“Diharapkan regenerasi tetap hadir dan mendukung perekonomian. Ini sebagai simbol kebangkitan ekonomi perajin segera dimulai,” ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya

Senada, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H. Ivan Dicksan berharap kegiatan ini menumbuhkan animo masyarakat terutama generasi muda untuk melestarikan warisan budaya leluhur Tasikmalaya dan diharapkan dapat mendongkrak keberadaan payung geulis yang mencapai kejayaan pada era 1955 sampai 1968

“Kita dorong dilakukan di tingkat lokal sekolah termasuk instansi dan lainnya. Bagaimana payung geulis ini benar-benar menjadi cirinya Kota Tasikmalaya dengan melihat payung geulis di setiap sudut Kota,” harapnya

Sementara, Kepala Sekolah SMA 10 Kota Tasikmalaya Dr. H. Yonandi mengatakan bahwa pihaknya memiliki program pengembangan PKW (Prakarya dan Kewirausahaan) dimana didalamnya ada skill yang melibatkan empat bidang ; Rekayasa, pengolahan, budidaya dan kerajinan termasuk didalamnya dikenalkan payung geulis

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Tags

Terkini

DPD Hipakad Jateng Sambut Baik Putusan PTUN Jakarta

Minggu, 13 Maret 2022 | 20:44 WIB

Terpopuler

X