• Jumat, 21 Januari 2022

Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Waspada Curah Hujan Tinggi

- Minggu, 9 Januari 2022 | 21:32 WIB

 

Tasikmalaya, Indikatornews.com

BMKG merekomendasikan kepada pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak terkait menyiapkan dan mengambil langkah antisipatif terhadap potensi bencana hidrometeorologi terkait fenomena La Nina yang menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan bulanan di Pulau Jawa dengan akumulasi curah hujan bulanan dapat meningkat hingga 70 persen

Fenomena La Lina, berdampak pada anomali cuaca (memicu curah hujan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal) yang berujung pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan sebagainya. Diperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi hingga bulan Maret 2022 dengan intensitas tertinggi di bulan November dan Desember 2021

“Saya sudah keluarkan SK Siaga darurat bencana dengan leading sektornya di BPBD dalam upaya mengurangi resiko bencana. Sehingga diharapkan tanggap, sigap serta cepat dalam penanganannya,” kata Walikota Tasikmalaya H. Muhammad Yusuf pada Rapat Koordinasi menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Tasikmalaya, sabtu (8/1/2022)

Bentuk antisipasi ini, terang Yusuf diperlukan koordinasi cepat dengan instansi terkait lain termasuk dengan TNI/Polri dan menekankan pada para camat dan lurah terus mengedukasi masyarakat khususnya di daerahnya yang berpotensi terjadi kebencanaan

Siaga darurat bencana, menurut Sekretaris BPDB Komarudin, ST berlangsung mulai dari 3 Nov 2021 hingga 30 April 2022 dan berdasarkan BMKG curah hujan tinggi pada Januari dan Februari 2022 serta mewaspadai bencana kekeringan pada bulan April hingga September. Untuk itu BPBD melakukan koordinasi dan sinergitas dengan OPD lain dalam upaya mitigasi dan penanganan kebencanaan

Bencana ini, jelas Komarudin merupakan urusan bersama, sehingga diperlukan kolaborasi Pentahelix sampai kepada stake holder. Pentahelix ini (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media) menjadi bagian tidak dapat dipisahkan dalam rangka penanganan kebencanaan

“Jangan hanya di wilayah penanganan saja tetapi lebih kepada wilayah pencegahan dengan cara mengenalkan bencana kepada masyarakat sehingga dengan mengenal bencana dapat mengurangi resikonya (harta benda maupun jiwa),” ujarnya

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Tags

Terkini

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 21 Desember 2021 | 17:10 WIB

Tempat Wisata Dengan Tingkat Kecelakaan Tinggi

Selasa, 14 Desember 2021 | 19:53 WIB

Terpopuler

X