• Minggu, 24 Oktober 2021

Tudingan Berbahaya yang Dapat Memecah Belah Kementerian dan Lembaga

- Senin, 11 Oktober 2021 | 22:06 WIB


Oleh: Sutisna (Direktur Maritime Strategic Center).

Beberapa waktu lalu Bakamla RI mengusulkan Konsep program Nelayan Nasional Indonesia yang merupakan cikal bakal komcad di bidang kelautan. Namun usulan tersebut kembali membuat Saudara Pontoh menyerang Bakamla RI bahkan menuduh tanpa dasar, dimana ia berkata "Demi mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pemasukan tambahan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) tega melecehkan TNI AL dan PSDKP".

Padahal Wacana dari Bakamla RI yang mendorong Nelayan sebagai salah satu sumber daya nasional yang dapat diberdayakan dalam sistem pertahanan negara, merupakan terobosan yang sangat briliant.

Usulan tersebut sangat relevan dengan kebijakan pemerintah. Dimana Presiden Jokowi baru saja menetapkan sekitar 3.103 orang sebagai anggota Komponen Cadangan pada 7 Oktober 2021 bertempat di Pusdiklat Kopassus, Batujajar.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Komponen Cadangan akan tetap berprofesi seperti biasa, namun anggota komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara. Masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat mengikuti pelatihan dan pada saat mobilisasi, tetapi anggota komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara.

Hadirnya Komcad ini merupakan implementasi dari UU NO 23 Tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara, Komcad atau Komponen Cadangan adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama (TNI).

Lalu apa yang menjadi usulan Bakamla RI melalui program Nelayan Nasional Indonesia patutlah diapresiasi, karena ketika hampir dari seluruh wilayah Indonesia sebagian besar adalah perairan. Serta kerap dihadapkan dengan berbagai konflik atau sengketa batas wilayah laut dengan negara tetangga dan khususnya saat ini yang tengah ramai adalah dinamika di Laut China Selatan.

Sehingga diperlukan suatu aktifitas baru, bukan hanya aktifitas militer saja. Akan tetapi harus ada aktifitas lain seperti giat ekonomi yang melibatkan masyarakat langsung, dengan hal ini nelayan sebagai salah satu komponen bangsa dalam turut serta menjaga kedaulatan negara.

Konsep Program Nelayan Nasional Indonesia yang dijelaskan Kepala Bakamla RI, secara sederhananya adalah memberikan nelayan bekal pengetahuan dan motivasi bela negara sehingga memiliki maritime awareness dalam aktivitas di laut yang dapat membantu aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugas. Dalam pelaksanaan program ini, khususnya di wilayah perbatasan laut contohnya di Laut Natuna Utara, kapal-kapal ikan Indonesia ini juga dipastikan berada dalam pengawasan dan pantauan kapal-kapal TNI AL, Bakamla dan KKP sehingga mereka dapat menangkap ikan dengan aman dan terlindungi.

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Terkini

KADISPOTMARAL BUKA PERKEMAHAN PELANTARA-10 TA 2021

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:07 WIB

DANLANTAMAL VIII TERIMA KUNJUNGAN KADISPOTMARAL

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:02 WIB
X