• Minggu, 24 Oktober 2021

HIPAKAD JATENG GELAR SEMINAR SIKAPI PAHAM RADIKALISME DAN TERORISME

- Rabu, 29 September 2021 | 19:33 WIB
Tampak hadir pelajar, mahasiswa dan tokoh masyarakat hadir mengikuti seminar
Tampak hadir pelajar, mahasiswa dan tokoh masyarakat hadir mengikuti seminar

Indikatornews.com, Semarang

Menyikapi ancaman terhadap bahaya paham radikalisme dan terorisme dan juga kekerasaan tentunya masih menjadi “PR Besar” bagi semua pihak di Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa Tengah pada khsususnya.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media belum lama ini tepatnya, Jumat 13 Agustus 2021 lalu, sebanyak 12 orang terduga terkait kelompok jaringan teroris ditangkap di Kota Semarang oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Jaringan terduga teroris itu diduga terafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dengan perannya yang masih terus di dalami oleh pihak Kepolsian Daerah Jawa Tengah. Keompok ini ditangkap secera serentak di beberapa daerah yang berbeda, mulai dari Kota Semarang, Kendal, Temanggung, banyumas, pekalongan, Sukoharjo Sragen dan Boyolali.

Penting disampaikan bahwa selain negara, masyarakat sipil juga memiliki peran strategis dalam upaya menetralisasi dan mencegah penyebaran paham radikal di tengah kehidupan masyarakat. Sebagaimana disampaikan oleh Kurniawan Budi Santoso, SH, SpN, MH selaku Ketua DPD Hipakad Jawa Tengah, pada seminar yang mengangkat tema “Menyikapi Munculnya Faham Radikalisme di Indonesia Khususnya Jawa Tengah” pada Selasa, (28/9) di Merapi Room 2, Hotel Grasia, Semarang.

Menurut Kurniawan saat membuka seminar tersebut, bahwa keberadaan gerakan masyarakat sipil ini ataupun organisasi masyarakat (Ormas) juga sangat menentukan program deradikalisasi, hal ini dikarenakan keberadaanya langsung menyasar pada target deradikalisasi.

Ketua DPD HIPAKAD Jateng), ini juga mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan atau radikalisme merupakan suatu paham yang menghendaki adanya perubahan atau pergantian terhadap suatu sistem di masyarakat sampai keakarnya dengan menggunakan cara-cara kekerasaan.

Menurut Kurniawan, paham radikalisme bukan merupakan hal yang baru di Indonesia, yang dibuat-buat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal yang mengatasnamakan agama, status sosial, dan juga politik. Tapi lanjut dia, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindak terorisme. Berbagai tindakan teror tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai sebuah perubahan.

Kurniawan menilai generasi muda seringkali menjadi sasaran empuk bagi gerakan radikalisme yang terkadang berujung pada tindak terorisme. Untuk itu, kali ini pihaknya mengundang mahasiswa, pelajar, tokoh agama, ormas dan juga masyarakat umum lainnya agar mereka paham apa itu paham radikalisme dan juga siapa itu kelompok terorisme.

Selain itu, upaya lain juga dilakukan secara mandiri kepada anggota Hipakad Jateng untuk mencegah radikalisasi dengan cara menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring yang kami lakukan memalui ormas DPD HIPAKAD Jateng.

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Tags

Terkini

KADISPOTMARAL BUKA PERKEMAHAN PELANTARA-10 TA 2021

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:07 WIB

DANLANTAMAL VIII TERIMA KUNJUNGAN KADISPOTMARAL

Selasa, 5 Oktober 2021 | 21:02 WIB
X