• Senin, 27 September 2021

Akses Dibuka Benteng Dibongkar, SD Tugu-2 Kembali Lakukan PTM Terbatas

- Rabu, 8 September 2021 | 19:16 WIB

 

Tasikmalaya, Indikatornews.com

Akses masuk sekolah dari jalur utama Jalan SL Tobing kembali dibuka dan membongkar sebagian dinding benteng menuju SD Tugu-2 Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya yang sejak Februari 2021 (masa PPKM dan sekolah sistem daring) ditutup dan dibentengi oleh pemilik lahan (Koh Nam Tzien) sehingga sempat menjadi polemik

“Kita diberi pinjam pakai akses jalan lama yang sudah terbangun dengan baik. Jika sudah ada akses masuk milik pemerintah kami akan kembalikan,” ungkap H. Maman tokoh agama yang dipercaya menjadi mediator antara pemerintah dengan pemilik lahan usai penyerahan kunci pintu gerbang akses masuk sekolah di Kecamatan Cihideung, selasa (7/9/2021)

Proses pembukaan pintu gerbang dan pembongkaran sebagian benteng bisa dilaksanakan setelah surat dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk dapat memberikan akses jalan yang sifatnya pinjam pakai sudah diberikan dan diterima pemilik lahan dengan waktu hingga akses jalan dari pemerintah sudah didapatkan

Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk membeli lahan dan membuat jalan selebar 1,5 meter disamping lahan milik Nam Tzien hasil dari pembelian lahan warga dengan lebar 1 meter dan 0,5 meter pemberian (hibah) dari keluarga Nam Tzien

Hal tersebut dibenarkan Kabid Aset BPKAD Kota Tasikmalaya Fadil bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk akses jalan baru dari jalan SL Tobing sekaligus memperbaiki akses jalan lewat belakang sekolah dengan anggaran awal sebesar Rp. 200 juta.

“Kebersamaan dan kepedulian semua pihak termasuk Media hingga LSM peduli pendidikan didapatkan solusi terbaik,” ujar Fadil yang bersama Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan Komite Sekolah, Kapolsek, Koramil, Camat, Lurah serta tokoh masyarakat dan tokoh agama mendapat kesepakatan dengan pemilik lahan

Sebelumnya, akses masuk ke SD Tugu-2 ditutup dan dibenteng pemilik lahan sehingga saat PTM Terbatas dilaksanakan, 167 siswa SD Tugu-2 terpaksa harus melewati pintu belakang sekolah yang dibuat sementara untuk masuk kelas yang aksesnya lebih jauh karena harus melingkar melintasi persawahan dan jalanan pun sempit tanpa akses angkutan umum

Halaman:

Editor: Nika Rakasiwi

Tags

Terkini

Optimalisasi Perlindungan Hukum Jabatan Notaris

Rabu, 22 September 2021 | 10:59 WIB

Quo Vadis Jabatan Notaris?

Rabu, 22 September 2021 | 10:57 WIB

Menaker Ajak Pekerja Informal Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 12 September 2021 | 22:03 WIB

SPKKL Sambas Fasilitasi PKL Taruna Perikanan

Jumat, 10 September 2021 | 19:01 WIB

Terpopuler

X