• Kamis, 21 Oktober 2021

Seminar Nasional “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital"

- Selasa, 15 Oktober 2019 | 17:03 WIB
IMG-20191015-WA0058
IMG-20191015-WA0058

Bogor, Jawa Barat, Indikatornews.com - Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (PTN) Indonesia (HIMPUN) menyelenggarakan seminar nasional “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Selasa (15/10/2019). Guru Besar IPB yang juga Pakar Kemaritiman, Prof Rokhmin Dahuri didaulat menjadi keynote speach pada acara yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia tersebut. Dalam paparannya, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengajak para alumni perguruan tinggi memanfaatkan tranformasi teknologi informasi yang ditandai oleh revolusi industri 4.0 untuk terjun ke dunia usaha mengembangkan sektor produksi dan ekonomi real untuk menciptakan lapangan kerja. “Seluruh rakyat Indonesia, termasuk Civitas Academica dan segenap alumni perguruan tinggi, sangat mendambakan segera terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, adil-makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan NKRI,” paparnya. Namun, lanjut guru besar Mokpo National University Korea Selatan itu, hingga kini Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower — middle income country), dengan pendapatan nasional kotor atau Gross National Income (GNI) sebesar 3.870 dolar AS per kapita berdasarkan data Kemenko Perekonomian tahun 2019) belum menjadi negara makmur (high-income country), dengan pendapatan nasional kotor diatas 12.165 dolar AS per kapita (Bank Dunia, 2018). "Selain itu, berdasarkan pada kapasitas IPTEK, kita bangsa Indonesia pun belum berstatus sebagai negara maju. Karena, kapasitas IPTEK bangsa Indonesia sampai sekarang masih berada di kelas tiga. Artinya, lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nasional berasal dari impor. Sedangkan, negara maju adalah mereka yang kapasitas IPTEK nya mencapai kelas satu yaitu lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nya dihasilkan oleh bangsanya sendiri,” ungkapnya. Selain soal IPTEK, Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu menyebut sektor primer seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan sebagian besar dikerjakan secara tradisional belum secara optimal dikembangkan menjadi industri berskala nasional. “Sektor sekunder misalnya manufacturing, processing dan packaging itu produktivitasnya juga masih rendah, sementara akses UMKM terhadap lahan usaha permodalan sarana produksi juga minim,” katanya. Dalam kesempatan itu, Rokhmin mengajak insan perguruan tinggi mengasah jiwa kewirausahaan (entreprenuership), yaitu suatu kemampuan untuk merubah sesuatu yang tidak atau kurang ada gunanya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai tambah, dan bernilai ekonomi. “Dalam bahasanya Pak Ciputra, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. “An entrepreneur is someone who spots an opportunity and acts to make it into a commercial success,” ujarnya. Ciri-ciri utama seorang entrepreneur adalah kreatif, inovatif, bisa membaca dan menciptakan peluang, berani ambil resiko (risk taker) yang terukur (calculated risks), pantang menyerah, disiplin, tekun, berorientasi pada hasil (result-oriented), dan sabar. “Seluruh alumni muda jadilah entrepreneur (pengusaha-red). PTN di Indonesia harus bersatu menjawab berbagai problematika di atas,” tandasnya. (***)

Editor: Wartawan Online

Tags

Terkini

KN Gajah Laut-404 Terima Kunjungan Siswa SMA Kosgoro

Kamis, 23 Januari 2020 | 21:10 WIB

Merek Popular di Era Digital

Sabtu, 27 Juli 2019 | 10:52 WIB

Menkeu Tegaskan Pelemahan Rupiah Faktor Eksternal

Kamis, 4 Oktober 2018 | 23:34 WIB

Menkeu: Kita Terus Melihat Perkembangan

Selasa, 2 Oktober 2018 | 23:53 WIB

Laporan Keuangan Desa Cukup Satu Lembar

Kamis, 2 Agustus 2018 | 01:53 WIB

Menko Perekonomian Luncurkan Sistem OSS

Senin, 9 Juli 2018 | 23:48 WIB

Penanganan Dampak Perdagangan Bebas MEA

Rabu, 9 Mei 2018 | 02:54 WIB

Menteri ESDM Setujui RUPTL PT PLN 2018-2027

Rabu, 14 Maret 2018 | 05:24 WIB

Menkeu: Gaji Presiden dan Wapres Naik adalah Hoaks

Senin, 12 Maret 2018 | 09:48 WIB
X